WARUNG MODAL KECIL

 

Perhitungan Sederhana Warung Modal Kecil

Sebelumnya sekali lagi saya sampaikan banyak terimakasih untuk para pelanggan dan pengunjung Sri Yatin.blog dimana saja.

Dari beberapa pertanyaan dan pembahasan dengan para pengunjung, kali ini saya akan mencoba mengulas secara sederhana (secara saya pribadi juga masih dalam taraf belajar) untuk membahas tentang usaha kedai atau warung kopi dengan budget minim.
Dalam hal ini secara eksak jumlahan modal awal yang saya sebutkan adalah sekitar 5 juta (margin 10 persen bisa ditambahkan untuk lebih-kurangnya budget).

Mungkin untuk apa yang disampaikan disini sangat sederhana, hanya saja beberapa pertanyaan disampaikan via sms, jadi agak ribet juga kalau harus sms-an.

beberapa hal saya sampaikan di awal untuk rincian budget adalah, dalam hal ini tempat usaha tidak masuk dalam perhitungan, dalam arti, diasumsikan tempat usaha sudah dimiliki.
Yang akan dibahas hanya mengenai 2 hal utama (mungkin bisa dilanjutkan pembahasannya sambil jalan, silahkan masukan atau saran dari para pengunjung blogstore Sri Yatin.blog)

1. konsep dasar,
konsep dasar warung atau kedai yang ingin saya sampaikan disini adalah warung atau kedai dengan sajian manual brewing, dengan penggunaan listrik seminim mungkin (cukup listrik untuk digunakan sebagai penerangan saja).
manual brewing yang bisa dipilih adalah , dengan pengggunaan vietnam drip, plunger (french press) atau dengan mesin espresso tanpa listrik (yaaa…Presso coffee maker).

untuk pilihan alat menggunakan vietnam drip atau plunger, bisa di perhitungkan sendiri , berapa kebutuhan awal nya (karena melihat pertambahan pelanggan kedai/warung anda).

harga vietnam drip dan plunger diasumsikan sama (kisarannya saja), yaitu Rp. 70ribu per pcs.
untuk jumlah awal, kita ambil senilai harga 1 esPRESSO, maka dapat diperoleh vietnam drip dan plunger sejumlah 30 pcs untuk awal buka warung/kedai. (Rp.2,3 juta di bagi Rp.70ribu, sekitar 32,(koma)sekian)

untuk pemilihan alat brewing ini, sangat disarankan anda mempelajari cara penyajian dan karakteristik rasa kopi yang dihasilkan, dengan vietnam drip, plunger atau esPRESSO🙂

2. kebutuhan furniture,
karena low budget , cukup lesehan !🙂
Atap,
tenda sebagai atap, lebih oke untuk ekonomis nya bila tempat kedai yang sudah kita miliki berupa warung permanen atau rumah yang direnovasi menjadi warung atau kedai sederhana (maaf jadinya gak ekonomis ya ?!!😀 ).
atap tenda di desain se-sederhana mungkin dengan menggunakan kain terpal plastik, ukuran secukupnya (tidak perlu menutup semua area warung, terutama yang perlu di beri atap adalah ruang atau bagian penyajian.

perkiraan budget atap,
harga terpal (kualitas A5, ukuran 5 x 7 meter , (sekitar) Rp.250.000,00 (Rp. 250 ribu),
penyangga atap menggunakan kayu atau bambu, kisaranya perkiraan Rp. 500ribu
Alas,
menggunakan terpal,
meja kayu, hanya dipergunakan untuk tempat meracik minuman atau makanan (tempat Presso nya , jika

menggunakan Presso coffee maker)
harga terpal (kualitas A5, ukuran 5 x 7 meter , (sekitar) Rp.250.000,00 (Rp. 250 ribu)

selanjutnya untuk gelas,
jika menggunakan vietnam drip, makan jumlah gelas yang diperlukan sama dengan jumlah Vdrip-nya,
jika menggunakan plunger (asumsi harga diatas adalah plunger kisaran ukuran 350 ml) cukup untuk 2-3

gelas.
maka, jika diambil kebutuhan gelas dengan menggunakan plunger, maka 30 x 2 = 60 pcs gelas atau sama

dengan 5 lusin.
harga kisaran gelas kaca 1 lusin, Rp. 60 ribu x 5 lusin = Rp. 300.000,00

untuk alat brewing Rp. 2300.000,00
atap-alas Rp. 1000.000,00
gelas saji Rp. 300.000,00

dari 3 item diatas total sementara Rp. 3600.000,00

dari 3 item utama yang disampaikan diatas, sisanya dapat disesuaikan dengan kreativitas dan rencana resep yang diinginkan.
Kesederhanaan bahan-bahan kedai yang dipergunakan diharapkan tidak menghalangi untuk menyajikan eksterior atau interior kedai/warung yang menarik, mungkin antara lain dengan sentuhan pedesaan, etnik atau lainnya.

Refleksi Akhir Pembelajaran PER BATH 2

Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa dan gelap
Tak bisa apa-apa,tak bisa kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis juga kata
Yang dulu hanya hamparan kertas putih
Kini mulai ter-sketsa
Itu karena engkau yang mengajarkan
Tentang warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukiskan
Dan disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari

 
Terimakasih buat pak Nur agustinus selaku Dosen Universitas Ciputra Distance Education dan para sahabat, hanya untaian kata sederhana yang mampu aku berikan. Tak terasa pembelajaran ini akan usai. Dari pembelajaran selama ini banyak sekali hikmah dan pengetahuan serta wawasan yang kami dapat. Di pembelajaran inilah telah mengubah mindset(pola pikir) dan mempersiapkan diri sebagai entrepeneur(orang yang mampui mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas).
Yang mana sebagai seorang entrepreneur harus memiliki empat unsur pokok yaitu:
1. Kemampuan (IQ & Skill)
* membaca peluang;
* berinovasi;
* mengelola;
* menjual.
2. Keberanian (EQ & Mental)
* mengatasi ketakutan;
* mengendalikan resiko;
* keluar dari zona kenyamanan
3. Keteguhan Hati (Motivasi Diri)
* persistence (ulet), pantang menyerah;
* determinasi (teguh dalam keyakinannya);
* Kekuatan akan pikiran (power of mind) bahwa Anda juga bisa.
4. Kreativitas
* mencari peluang.
Yaapp…..seorang enterpreneur bukan pencari LOKER(lowongan kerja) tapi sebagai pencipta LAPER(lapangan pekerjaan). kita kumpulkan ide-ide untuk membuat usaha-usaha baru.Tapi Kadang selesai mengatur ide timbul masalah baru, yaitu permodalan.Apa karena tidak ada modal terus ide usaha dibuang begitu saja? Sayang dong kalau begitu? .Dari pembelajaran PER BATH ini lah saya jadi tahu “bahwa masih ada jalan menuju roma” dengan arti kata karena terkendala modal, bukan berarti mentok sampai disitu. Masih ada alternatif permodalan yang disebut Bootstrap atau Bootstrapping . Bootstrap adalah suatu cara mengumpulkan modal untuk memulai usaha, biasanya berasal dari kantong sendiri, saudara atau teman.
keuntungan melakukan bootstrapping itu sendiri adalah :
• Tidak ada beban bunga hutang
• Mengurangi campur tangan orang lain
• Jangka pengembalian modal fleksibel.
Dan tentunya masih banyak hal yang dapat saya cerna dan pahami dari pembelajaran ini selain dari hal diatas. Jujur saya sangat apresiatif terhadap pembelajaran ini. Puji syukur atas segala kesempatan,waktu dan ilmu yang telah bapak berikan kepada kami. Do’a dan harapan saya semoga kedepan akan lebih baik.
Barokallohu untuk persahabatan dan persaudaraan yang hingga kini masih bisa dirasakan, masih terasa hangat dan dekat, masih selalu tercipta canda dan tawa, dan masih ada sapa. Untuk persahabatan yang harus putus ditengah jalan, semoga setiap diri kita bisa saling intropeksi. Sejatinya tidak pernah ada ” Mantan” atau ” Bekas” murid. Ketika kita pernah dekat, menjadi saudara dan pernah ada kebersamaan yang terukir maka untuk selamanya dia adalah sahabat atau saudara kita. Jika ada luka yang pernah tertoreh, belajar untuk menjadi pribadi yang selalu berfikir positif. Tidak perlu ada benci atau dendam.
” Selalu ada Hikmah disetiap Kejadian”
” Selalu ada Maaf disetiap Kekhilafan”
” Dan selalu ada Penghargaan disetiap Perbedaan”

J#10 Test Pasar

Idealnya semua produk sebelum diluncurkan secara luas dilakukan tes pasar terlebih dahulu. Tujuan utama tes pasar untuk melihat respon dan efektivitas strategi marketing yang diterapkan. Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang memilih melakukan tes pasar. Persentasenya kurang lebih 40-60% produk yang diluncurkan dilakukan tes pasar di daerah tertentu terlebih dahulu. Tes pasar terutama dilakukan untuk produk-produk baru dan produk existing yang dimodifikasi atau diperbaiki.
Keuntungannya cukup banyak, antara lain dapat mengukur respon pasar terhadap produk yang ditawarkan. Demikian pula jika menghadapi sejumlah masalah, maka masalah tersebut dapat dilokalisir, dengan demikian dapat membantu memperkecil risiko. Tes pasar juga memberikan waktu kepada tim pemasaran untuk mempersiapkan peluncuran dalam jangkauan yang lebih besar lagi. Dengan tes pasar, tim pemasaran sudah belajar karakteristik produk dan pasar yang dituju. Hal ini akan memperpendek “learning curve” jika kelak peluncuran dilakukan dengan skala yang lebih besar.
Selain keuntungan tentunya ada kerugiannya. Di samping membutuhkan waktu juga dikhawatirkan dapat di-copy oleh pesaing sehingga si pionir akan kehilangan momentum. Kerugian lain jika dilakukan dalam waktu yang cukup lama (misalnya lebih dari 6 bulan) akan membuat bujet pemasaran tidak efisien. Oleh sebab itu, lakukan survei atau studi yang mendalam sebelum produk diluncurkan. Jika telah dilakukan, kita butuh tes pasar jika belum yakin akan beberapa aspek pemasaran yang akan diterapkan. Dan jangan lupa untuk membatasi waktu tes pasar dan menentukan kriteria sukses atau tidak sukses tes pasar tersebut. Jangan membiarkan tes pasar berlarut-larut tanpa batas waktu yang jelas.
Kecolongan sudah bukan hal yang asing lagi, mengingat setiap perusahaan besar dan marketing oriented senantiasa mempunyai market intelligence yang kuat. Untuk itu suatu perusahaan harus mempunyai market intelligence dan lebih berhati-hati dalam mengelola perencanaan peluncuran produk baru. Kadang kebocoran informasi bisa datang dari internal dan jaringan. Tergantung tingkat kemiripannya, jika yang mirip adalah spesifikasi teknis, pastinya kita sudah dapat memperkirakan di mana titik kebocorannya. Persaingan sekarang menuntut kecepatan dan ketepatan. Maka perbaikilah time cycle proses peluncuran produk atau program baru agar lebih kompetitif dalam hal waktu.

JR#9 Business Model Canvas

Membuka bisnis memang memerlukan keberanian, namun membuka bisnis juga memerlukan perhitungan yang matang. Sehingga resiko apapun yang muncul dapat di manage dengan baik.

Salah satu cara termudah menyiapkan rencana bisnis adalah membuat ”kerangka” atau building block yang terintegrasi dengan baik.

Berikut ini saya uraikan 9 building block yang bisa kita jadikan acuan untuk membuat rencana bisnis kita:

1. Mengetahui Pelanggan Anda
Apakah anda sudah mengetahui dengan persis siapa calon pelanggan anda? Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
• Berapa umur mereka?
• Apa jenis kelamin mereka?
• Dimana mereka tinggal ?
• Apa yang menjadi kebutuhan mereka?
• Berapa pengeluaran mereka perbulan?
Jika anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas berarti anda sudah siap menjawab pertanyaan penting berikut: produk atau layanan apa yang akan anda sediakan bagi calon pelanggan anda?
Kesalahan yang biasa dilakukan oleh pebisnis pemula adalah langsung menentukan bisnis dan baru memutuskan siapa yang bisa dijual.

2. Apa yang Anda Tawarkan Dalam Bisnis ?
Inilah hal utama yang anda tawarkan kepada pelanggan anda di atas. Tentukan bisnis anda untuk menjawab masalah yang dihadapi konsumen. Jenis usaha apa yang bisa menjawab kebutuhan di atas?
Jika pelanggan memerlukan makanan, anda bisa membuka restaurant. Jika pelanggan memerlukan berita, anda bisa membuka bisnis media. Jika pelanggan sangat peduli dengan pendidikan anaknya anda bisa membuka bisnis kursus privat.

3. Saluran Distribusi
Apapun bisnis yang anda putuskan, anda harus menentukan saluran penjualan, bagaimana cara agar produk/layanan anda sampai ke pelanggan anda.
Apakah anda akan membangun tim penjualan sendiri? Atau akan memberikan bagian penjualan kepada orang lain seperti distributor? Apakah anda akan membuka toko sendiri? Atau membuka counter kecil di dalam toko besar seperti Matahari? Apakah anda akan menjual secara online atau membuka toko?
Analisa kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan anda di atas, lalu pilih yang terbaik

4. Marketing
Sebuah bisnis baru harus diketahui oleh calon pelanggan kita, karena itu kita perlu “menyuarakannya kepada publik”. Berbagai cara bisa anda lakukan, baik online maupun offline. Kegiatan offline adalah kegiatan yang bersifat fisik, misalnya mengadakan event atau gathering, membagikan brosur, memasang spanduk atau baliho di jalan.
Saat ini kegiatan marketing online adalah kegiatan favorit para pemula bisnis, karena budget yang relatif kecil bahkan seringkali gratis. Kegiatan marketing online antara lain adalah membuat blog, menggunakan facebook atau twitter, hingga memasang iklan di Google Adwords

5. Pendapatan
Dari semua hal di atas, ini merupakan building block yang paling penting. Bagaimana rencana anda untuk memperoleh penghasilan? Banyak bisnis yang dibuat tanpa tahu bagaimana memperoleh penghasilannya dan ini sangat berbahaya bagi bisnis.
Sejak awal, tentukan jenis-jenis pendapatan anda. Apakah anda akan membuat media online dan mendapatkan pendapatan dari iklan? Apakah anda akan membuat toko dan mendapat penghasilan dari volume penjualan? Apakah anda akan membuat perusahaan design lalu mendapatkan fee design? Putuskan dan tentukan target pendapatan per bulan.
Jangan pernah membuat bisnis tanpa memikirkan rencana pendapatan dan berpikir: “lihat aja nanti dapat duit darimana”

6. Key Partners
Sukses berbisnis tidak bisa sendirian, anda harus bekerjasama dengan banyak pihak lainnya. Tentukan dari awal apakah bisnis anda memerlukan investor untuk permodalan atau tidak. Apakah anda perlu mengadakan perjanjian kerjasama khusus dengan distributor? Apakah anda perlu mendapatkan endorsement dari “selebriti” dan memberikan persentase saham kepada selebriti tersebut?
Menggandeng partner yang melengkapi kemampuan yang kita miliki akan meningkatkan peluang keberhasilan bisnis. Misalnya, anda sangat ahli membuat makanan yang enak, cari partner yang bisa menjual makanan anda (marketing). Misalnya anda kenal distributor suatu produk yang lebih murah, cari partner yang bisa membuat website, untuk dijual online.
Pikirkan untuk menjalin kolaborasi dengan partner.

7. Kegiatan Bisnis
Kegiatan-kegiatan apa saja yang akan anda lakukan untuk menghasilkan uang?
Apakah anda akan mengadakan event, mengumpulkan uang lalu mendapatkan dana dari sponsor? Apakah anda akan mengadakan kursus web design yang akan berlangsung setiap hari?

8. Sumber Daya
Membuat dan menjalankan bisnis umumnya tidak bisa sendirian. Anda memerlukan staff. Sejak awal tentukan berapa banyak dan jenis keahlian apa yang diperlukan oleh karyawan anda? Misalnya dalam sebuah toko: berapa banyak tenaga sales diperlukan? Berapa banyak tenaga kasir diperlukan? Berapa banyak tenaga administrasi seperti accounting diperlukan?
Selain staff/SDM, anda juga memerlukan sumber daya non manusia. Berapa sewa toko/kantor perbulan? Berapa komputer dan berapa harga totalnya? Apakah anda perlu membuat meja counter atau display untuk penjualan.

9. Biaya
Semua hal yang dilakukan dari poin nomor 6 hingga 9 memerlukan biaya, lakukan perhitungan secara seksama, lalu putuskan apakah rencana rencana bisnis anda menguntungkan?
Mengetahui menguntungkan/tidaknya sebenarnya sederhana saja kok: apakah penghasilan anda lebih besar dari pengeluaran? Jika tidak berarti anda akan merugi dan bisnis ini tidak layak dijalankan.
Kami sarankan hanya jalankan bisnis yang “profitable di atas kertas”. Namun satu hal yang paling penting, bisnis tidak berjalan di atas kertas. Action! Langkah nyata pertama anda itulah yang akan menentukan berjalan/tidaknya bisnis Anda.
Artikel ini memberikan gambaran singkat mengenai apa saja yang harus anda persiapkan sebelum memulai bisnis, sementara detailnya masing-masing akan kami tuliskan kemudian secara berkala dalam judul yang berbeda-beda

//

JR#8 PERSEDIAAN DAN MARKETING

Seperti judul diatas kali ini saya mau Berbagi Ilmu tentang Mengelola persediaan dan marketing.Retail is detail??.Yap…begitulah apa yang diajarkan Dosen tercinta kami bapak NUR AGUSTINUS

Kelancaran bisnis perlu ditunjang dengan adanya persediaan barang dagangan.

Untuk menjaga tingkat persediaan barang, dapat ditempuh oleh setiap perusahaan dengan cara pengelolaan dan pengendalian persediaan barang sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Jadi, pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agar persediaan tetap stabil sesuai rencana.
Adapun tujuan dikelolanya persediaan barang adalah:
a. Untuk menjaga jangan sampai persediaan habis,
b. Untuk menjaga jangan sampai mengecewakan konsumen,
c. dan Untuk menjaga agar jangan sampai jumlah perseidaan barang dagangan berlebihan.

Dalam melakukan pengelolaan persediaan barang dagangan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, yaitu:
a. Sistem pencatatan yang paling tepat,
b. Metode pencatatan yang tepat untuk menetukan persediaan,
c. Menghitung persediaan barang dagangan,
d. dan Menyusun laporan persediaan.

Mengenai sistem pencatatan, ada dua sistem pencatatan yang bisa dikemukakan disini.
a. Pencatatan secara terus menerus (perpetual system).
Cara pencatatan yang dilakukan secara terus–menerus. Dasar dari sistem ini adalah mencatat semua penambahan dan pengurangan dengan cara yang sama seperti pencatatan kas, yaitu masing-masing jenis barang dibuat perkiraan sendiri-sendiri dan untuk transaksi yang berkaitan dengan pengembalian dan pengurangan harga dibukukan dalam buku pembantu (subsidiary ledger).
b. Pencatatan secara periodic (periodic system).
Cara pencatatan yang dilkukan pada waktu atau periode tertentu, misalnya mingguan, bulanan atau semester.

Mengenai metode pencatatan persediaan barang dagangan dapat digunakan cara berikut.
a. First-in, First-out (FIFO)
Barang yang pertama masuk, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan.
b. Last-in, First-out (LIFO)
Barang yang paling akhir masuk, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan.
c. Average Cost (AC)
Barang-barang yang dikelurakan daicatat berdasarkan harga rata-ratanya.
Dengan mengetahui dan memahami sistem pencatatan dan metode pencatatan, akan dapat dihitung persediaan barang dagangan dengan tepat sehingga dapat mengukur pengadaan persediaan barang dagangan dengan tingkat persediaan yang menguntungkan.

Setelah menghitung dan mencatat persediaan barang, selanjutnya perlu disusun laporan persediaan barang dagangan. Penyusunan laporan perlu dibuat dalam rangka pelaksanaan administrasi. Laporan persedian barang dagangan dibuat secara periodik.
Data yang diperlukan untuk menyususn laporan ini diperoleh dari:
a. Buku pembelian (tunai/kredit)
b. Buku penjualan (tunai/kredit)
c. Kartu persediaan gudang
d. Kartu persediaan di toko
e. Kartu retur pembelian
f. Kartu retur penjualan.
Buku pembelian, buku pejualan serta kartu retur pembelian dan penjualan digunakan sebagai alat penguji kebenaran keluar masuk barang di gudang sesuai dengan salinan surat kiriman barang, surat penerimaan, faktur penjualan dan sebagainya. Sedangkan kartu persediaan barang di gudang dan di toko digunakan untuk melihat kenyataan barang yang tersedia dan meneliti antara catatan di kartu persediaan dengan jumlah barang sebenarnya secara fisik.
Setelah penyusunan laporan persediaan selesai, selanjutnya laporan tersebut disampaikan ke baian keuangan, yang kemudian akan dijadikan sebagai data untuk menyususn laporan keuangan yaitu laporan rugi laba dan neraca.

Oleh karena akhir suatu periode merupakan persediaan awal untuk periode berikutnya, maka jika persediaan akhir ditetapkan salah, akan mengakibatkan berlanjutnya kesalahan yang tidak dapat dihindarkan.
Pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agarapersediaan barng tetap stabil sesuai rencana.
Stabil artinya jangan sampai kekurangan dan kelebihan.
Pencatatan persediaan dapat dilakukan dengan cara terus-menerus atauberkala/periodik.
Laporan persediaan harus akurat karena berpengaruh pada keseimbangan antara biayayang dikeluarkan dan pendapatan di dalam satu periode.

//

JR#7 “CASH FLOW”

Setiap jenis kegiatan usaha yang berbeda mempunyai jenis biaya yang berbeda pula. Sabagai contoh dalam kegiatan usaha bidang produksi barang terdiri dari biaya produksi di tingkat pabrik (seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya over head), biaya over head administrasi (seperti ; gaji, asuransi, alat tulis, telepon), biaya pemasaran, penyusutan dan bunga. Perhatikan bahwa di mana menentukan biaya usaha tersebut selalu didasarkan pada perkiraan keutuhan fisik kemudian dinilai dengan harga tertentu. Oleh karena itu setelah jumlah fisik diketahui dengan baik maka selanjutnya perlu kehati-hatian dalam menentukan harga masing-masing komponen tersebut.

Untuk mempermudah analisis biasanya biaya usaha dikelompokkan menjadi biaya tetap dan biaya variable. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak tergantung pada besar kecilnya produksi, bahkan biaya tersebut tetap dikeluarkan meskipun tidak memproduksi.
Contoh biaya tetap antara lain : gaji staf atau karyawan, biaya listrik, telepon, pajak, sewa lahan, biaya pemeliharaan alat, dan sebagainya.

Biaya variable adalah biaya usaha yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya produksi, dan jika tidak berproduksi maka biaya variable tidak dikeluarkan.
Contoh biaya variable antara lain; biaya bahan baku, biaya bahan pembantu, biaya bahan bakar, upah harian, dan sebagainya. Dalam prakteknya pengelompokkan biaya tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang ada komponen input tertentu dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis biaya tersebut, atau tidak secara jelas masuk ke dalam salah satu kelompok.
Membuat perencanaan biaya dilakukan dengan menyusun anggaran belanja perusahaan untuk periode tertentu dengan skala prioritas sekaligus merencanakan sumber-sumber pembiayaan atau dana yang diperlukan.

hal-hal yang diperlukan untuk menyusun anggaran adalah :
a. Rincian harta tetap, misalnya tanah, peralatan dan bangunan yang akan kita butuhkan dalam menjalankan suatu usaha dari mana diperoleh dan berapa harganya.
b. Berapa dana yang kita butuhkan untuk modal kerja, yaitu modal untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Atau kalau kita bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu dana yang kita butuhkan untuk membeli dari pemasok. Termasuk di dalamnya gaji pegawai, sewa tempat serta biaya lainnya.
c. Berapa total biaya yang kita butuhkan untuk dapat menjalankan usaha yang akan kita kelola.
d. Dari mana kita memperoleh dana yang kita butuhkan tersebut.

Biaya sebagai perilaku biaya terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap atau fixed cost adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana dsalam periode yang berlainan nilai pengorbanan itu jumlahnya tetap.
Contoh dari biaya ini antara lain adalah gaji pimpinan yang dibayar bulanan serta penyusutan aktiva tetap.

Sedang biaya sebagai jenis biaya terdiri dari ;
a. Biaya langsung adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan tersebut langsung berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan. Contoh dari biaya ini antara lain pembelian bahan baku/mentah untuk dijadikan barang jadi.
b. Biaya tidak langsung adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan tersebut tidak berhubungan langsung dengan produk atau jasa yang dihasilkan. Contoh dari biaya tidak langsung adalah pembelian bahan bakar untuk keperluan industri.
c. Biaya administrasi dan umum adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan itu digunakan untuk kegiatan administrasi perusahaan serta untuk kepentingan seluruh perusahaan. Contoh dari biaya ini antara lain, pembelian alat-alat tulis kantor dan gaji pimpinan perusahaan.
d. Biaya penjualan adalah pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang dimana pengorbanan itu digunakan dalam rangka melakukan kegiatan penjualan produk atau jasa yang dihasilkan. Contoh dari biaya ini antara lain biaya iklan, gaji karyawan yang melaksanakan penjualan.

PROYEKSI ARUS KAS

Analisis arus kas (cash flow) adalah laporan yang disusun guna menunjukkan perubahan bertambahnya atau berkurangnya uang kas selama satu periode. Pengeluaran uang kas suatu perusahaan dapat bertambah terus, misalnya untuk pengeluaran pembelian bahan mentah, pembayaran gajki, upah, honor, dan lain sebagainya.
Akan tetapi ada juga aliran uang kas yang sifatnya tidak terus menerus (Cash outflow), contohnya untuk pembayaran pajak pendapatan, angsuran hutang, dividen, bunga dan lain sebagainya. Dengan perkataan lainnya, setiap usulan pengeluaran modal selalu mengandung dua macam aliran kas (Cash flow) yaitu :
a. Aliran uang kas neto (net outflow of cash)
Net outflow of cash adalah dana yang diperlukan untuk investasi baru
b. Aliran uang kas masuk neto tahunan (net annual inflow of cash)
Net annual inflow of cash adalah sebagai hasil dari investasi

Apabila dana perusahaan tinggi, berarti akan memberi gambaran tingkat likuiditas yang tinggi pula, tetapi akan memberikan suatu gambaran rendahnya Cash flow dan menggambarkan perusahaan kurang efektif di dalam menggunakan uang kas. Agar uang kas jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka dana dalam kas perlu direncanakan dan dikendalikan, baik penerimaannya maupun pengeluarannya. Di dalam menyusun proyeksi aliran uang kas (Cash flow), setiap perusahaan terlebih dahulu harus menyiapkan data-datanya, yaitu :
1. jumlah dana yang diperlukan, baik dari modal sendiri maupun dari modal luar (modal asing)
2. proyeksi pendapatan / penjualan yang disusun dengan rencana penjualan
3. rencana produksi dan skedul produksi yang disusun berdasarkan rencana penjualan
4. proyeksi biaya produksi yang dapat dikelompokkan menurut biaya produksi, yaitu :
ˉ biaya bahan langsung
ˉ biaya upah langsung
ˉ biaya tidak langsung overhead pabrik
Dalam proyeksi bahan langsung dapat dibuatkan skedul kebutuhan dan pembelian bahan-bahan dengan memperhatikan :
ˉ banyaknya bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi barang
ˉ persediaan bahan pada awal periode
ˉ persediaan bahan pada akhir periode
5. proyeksi biaya operasi selama periode proyek yang meliputi :
– proyeksi biaya penjualan
– proyeksi biaya administrasi dan umum
6. Dengan berdasarkan data-data yang telah disusun, perlu memperhatikan :
ˉ saldo kas minimum
ˉ pola pembiayaan hutang
ˉ pola penagihan piutang yang berasal dari penjualan kredit biaya-biaya non Cash, misalnya biaya penyusutan dan lain sebagainya.

TITIK PULANG POKOK (TPP / BEP)

Pada tahap perencanaan salah satu hal yang penting harus dilakukan adalah menentukan titik pulang pokok. Titik pulang pokok atau yang lebih dikenal dengan istilah Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana pada tingkat penjualan tertentu belum memperoleh keuntungan tetapi tidak menderita kerugian. Dengan kata lain jumlah hasil penjualan sama besarnya dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Mengingat tujuan berusaha adalah ingin memperoleh keuntungan, sehingga berarti pengusaha harus menghasilkan atau menjual lebih besar dari pada titik pulang pokok. Dengan demikian akan timbul persoalan, mampukan menghasilkan atau menjual lebih besar dari BEP. Sebaliknya apabila tidak mampu menghasilkan lebih besar dari BEP, cara yang lebih baik apabila usaha itu tidak diteruskan.
Tujuan sebuah perusahaan adalah memperoleh laba. Oleh karena itu semua kegiatan usaha diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Memperoleh laba dapat dilakukan dari sisi pendapatan, sisi pengeluaran, maupun kombinasi keduanya. Dari sisi pengeluaran, laba dapat dihasilkan dengan meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Dari sisi penerimaan, laba dapat dihasilkan dengan memaksimalkan penjualan. Yang paling optimal adalah mengkombinasikan keduanya, yaitu meminimalkan biaya dari satu sisi dan memaksimalkan penjualan dari sisi lain.

Adapun kegunaan dari break even point adalah :
a. Sebagai pedoman untuk menentukan volume produksi dan penjualan
b. Sebagai pedoman untuk mengendalikan operasi kegiatan usaha.
c. Sebagai pedoman untuk merencanakan tingkat laba yang diharapkan.
Cara lain untuk menghitung TPP / BEP dengan cara Trial and Error yaitu : dilakukan dengan coba-cobayaitu dengan menghitung keuntungan neto dari suatu volume produksi/penjualan barang tertentu. Agar lebih jelas, di bawah ini diberikan contoh perhitungannya.

JR#6 “BUDAYA KERJA 5 R “

Eeemmm….apa ya arti dari 5 R pada tema diatas? “5 Rasa atau 5 R…..arti yang lain. Untuk tahu lebih detailnya, mari kita simak bersama. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “5 R”?. Jangan sampai terlewatkan topik yang satu ini, kalau sobat-sobat semua ingin menjadi entrepeneur yang sukses.Hi…hi…hi…ce..ilah sebegitu penting kah?.Meskipun sebelumnya saya juga sempat senyum sendiri sambil garuk-garuk kepala.Tapi yang perlu digaris bawahi, sobat-sobat semua jangan berpikiran someting wrong dengan saya ya….hi..hi.hi..
Karena materi perkuliahan dari Pak NUR AGUSTINUS yang sesuai dengan tema diatas sangat memprovokasi saya untuk segera membaca dan mengetahui secara detail materinya.La….sekarang saatnya kita berbagi pengetahuan supaya ilmu kita bertambah dan barokah,insyaallah.

5 R adalah Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.Yang sebenarnyaa dari 5S berasal dari 5 kata dalam bahasa Jepang, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke.merupakan suatu program terstruktur yang secara sistematis menciptakan ruang kerja (workplace) yang bersih, teratur dan terawat dengan baik. Lebih jauh lagi, di Jepang, 5R merupakan suatu filosofi dan suatu cara mengorganisasikan dan mengelola ruang kerja dengan menghilangkan pemborosan (waste). 5R juga bertujuan meningkatkan moral karyawan, kebanggaan dalam pekerjaan mereka serta rasa kepemilikan dan tanggung jawab mereka.

Target utama dari 5R adalah moral dan efisiensi di ruang kerja. Prinsip 5R adalah mencegah pemborosan akibat kesulitan mencari dan mendapatkan suatu part atau komponen dalam suatu rangkaian proses produksi dengan cara mendesain ruang kerja sedemikian rupa sehingga hanya part atau komponen terkait saja yang ada di ruang kerja tersebut, dan ditempatkan secara rapi dan teratur sehingga mudah dicari dan dikembalikan lagi ke tempatnya semula.

Pelaku 5R percaya bahwa manfaat dari metode tersebut diperoleh dari keputusan terhadap apa yang harus ditempatkan, dimana seharusnya itu ditempatkan, dan bagaimana itu disimpan. Proses pengambilan keputusan itu selanjutnya akan mengarah pada suatu dialog yang akan memperjelas pemahaman diantara karyawan mengenai bagaimana suatu pekerjaan seharusnya dilakukan. Hal ini akan secara sistematis akan menanamkan rasa kepemilikan karyawan terhadap proses yang dilakukan. Sebagai hasilnya, setahap demi setahap akan menciptakan kebiasaan kerja, kemudian menjadi standard kerja, dan akhirnya menjadi suatu budaya kerja.

5R sendiri telah banyak diadopsi oleh Negara-negara industri, termasuk Indonesia. Masing-masing, memiliki istilah sendiri yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya setempat, seperti ditunjukkan dalam Table 1.

::: Definisi
Ringkas: Langkah awal dari 5R, yaitu menempatkan hanya material, part atau komponen yang diperlukan di ruang kerja, serta membuang segala material, part atau komponen yang tidak diperlukan lagi dari ruang kerja tersebut. Orang yang terlibat dalam langkah ini tidak perlu merasa bersalah karena membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Gagasannya adalah untuk memastikan bahwa hanya barang yang diperlukan yang ada di ruang kerja. Bahkan jumlahnyapun harus berada dalam batas minimalnya. Karena itu, dengan langkah ini, efektivitas penggunaan ruangan, dan pembelian material akan mengarah pada kanban (just in time).
Rapi: Langkah ini merupakan peningkatan efisiensi karena dengan menempatkan segala sesuatu secara teratur sehingga mudah dan cepat diperoleh dan juga dikembalikan lagi ke tempatnya semula. Jika setiap orang dapat secara mudah dan cepat mengambil dan mengembalikan barang ke tempatnya, maka dengan sendirinya aliran proses menjadi lebih cepat dan produktivitas meningkat.
Resik: Langkah ini menyatakan bahwa setiap orang adalah petugas kebersihan, mulai dari operator hingga manajer. Resik berarti membersihkan hingga berkilau. Tidak ada area dalam suatu pabrik yang luput dari kebersihan. Setiap karyawan mesti melihat ruang kerjanya dari mata seorang pengunjung, dan selalu berpikir bahwa makin bersih dan berkilau maka makin berkesan.
Rawat: Langkah ini merupakan langkah menstandardisasikan kebersihan, baik personal maupun lingkungan. Setiap orang mesti merawat kerapihan dan kebersihan diri sendiri. Manajemen visual merupakan hal yang penting disini. Penerapan warna, kode dan simbol dari area pabrik bertujuan untuk memudahkan setiap orang mengetahui secara cepat ketidaksesuaian yang terjadi.
Rajin: Ini merupakan langkah terakhir yang bertujuan memelihara standard begitu ke-4R lainnya telah tertanam. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan buruk karyawan dan menjaga secara konsisten, standar kebersihan dan kerapihan terus dijalankan. Pada tahap ini, kebersihan dan keteraturan telah menjadi kebiasaan dan budaya kerja sepanjang waktu, tanpa perlu diingatkan lagi oleh manajemen.

Table 1. Definisi 5R
=======================
Jepang     Indonesia   Inggris
=======================
Seiri         Ringkas     Sort
Seiton      Rapi           Straighten
Seiso        Resik         Shine
Seiketsu   Rawat       Standardize
Shitsuke   Rajin         Sustain
=======================

::: Contoh
Ringkas: Membuang seluruh sampah dan material yang tidak relevan dari ruang kerja
Rapi: Mengatur barang-barang sehingga mudah dan cepat diambil dan dikembalikan lagi
Resik: Membersihkan ruang kerja; setiap orang adalah petugas kebersihan
Rawat: Standardisasi cara memelihara kebersihan dan kerapihan
Rajin: Terapkan 5R setiap hari – buat sebagai cara hidup; ini berarti juga suatu komitmen

::: Keterkaitan dengan konsep lainnya
5R digunakan juga dengan konsep Lean lainnya, seperti: SMED, TPM, dan Just In Time (JIT). Disiplin 5R memerlukan pengosongan barang-barang yang tidak diperlukan dalam proses produksi dalam rangka memungkinkan operator memperoleh barang secara cepat dan mudah. Ini merupakan prinsip dasar dari SMED, yang pada gilirannya memungkinkan penerapan JIT. Langkah awal dalam TPM adalah operator membersihkan mesin-mesin yang digunakannya, adalah salah satu mandat dari 5R. Masaaki Imai memasukan juga strategi 5R dalam bukunya Kaizen.

J#5 “Bootstrapping / Alternatif Permodalan Wiraswasta”

Apa itu Bootstrap? Yuuuuupp….mari kita intip materi yang satu ini. Bootstrap adalah suatu cara mengumpulkan modal untuk memulai usaha, biasanya berasal dari kantong sendiri, saudara atau teman.
Jika kita punya ide-ide untuk membuat usaha-usaha baru, setelah selesai mengatur ide biasanya timbul masalah baru, yaitu permodalan. Terus bagaimana? apa karena tidak ada modal terus ide usaha dibuang begitu saja? Tentunya sayang kan……?.Oleh karena itu kita bisa memilai usaha dengan alternatif permodalan yang disebut Bootstrap atau Bootstrapping seperti uraian diatas.

Terutama untuk yang baru akan memulai usaha untuk pertamakali, sebenarnya alternatif permodalan untuk wiraswasta juga bisa mengajukan ke Bank & kredit sebagai alternatif permodalan UMKM tetapi bagi yang belum punya pengalaman dalam membangun usaha atau belum punya usaha sendiri mungkin agak susah dan ngeri bila langsung berhubungan dengan kredit dari bank sehubungan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Memulai suatu usaha baru dengan melakukan bootstrapping ada beberapa keuntungan :

1. Tidak ada beban bunga hutang. Walaupun ada biasanya sangat negotiable dan kecil apalagi kalau sebagian besar berasal dari kantong sendiri. Dengan tidak adanya beban bunga maka usaha yang dijalankan akan ringan beban costnya dan dapat menurunkan harga jual.
2. Mengurangi campur tangan orang lain. Baik dari sisi manajemen maupun pembagian keuntungan, dengan demikian ide anda 100% akan dapat diterapkan disini. Semangat entrepreneurship masih ada di tangan anda secara utuh!
3. Jangka pengembalian modal fleksibel. Karena berasal dari saudara dan teman, jangka waktu pengembalian dapat diatur sesuai kemampuan dan tingkat kemajuan usaha. Tapi ingat, harus tetap dikembalikan! namanya juga hutang.

JR#4 PERSEDIAAN DAN MARKETING

Seperti judul diatas kali ini saya mau Berbagi Ilmu tentang Mengelola persediaan dan marketing.Retail is detail??.Yap…begitulah apa yang diajarkan Dosen tercinta kami bapak NUR AGUSTINUS
Kelancaran bisnis perlu ditunjang dengan adanya persediaan barang dagangan. Untuk menjaga tingkat persediaan barang, dapat ditempuh oleh setiap perusahaan dengan cara pengelolaan dan pengendalian persediaan barang sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Jadi, pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agar persediaan tetap stabil sesuai rencana.
Adapun tujuan dikelolanya persediaan barang adalah:
a. Untuk menjaga jangan sampai persediaan habis,
b. Untuk menjaga jangan sampai mengecewakan konsumen,
c. dan Untuk menjaga agar jangan sampai jumlah perseidaan barang dagangan berlebihan.
Dalam melakukan pengelolaan persediaan barang dagangan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, yaitu:
a. Sistem pencatatan yang paling tepat,
b. Metode pencatatan yang tepat untuk menetukan persediaan,
c. Menghitung persediaan barang dagangan,
d. dan Menyusun laporan persediaan.
Mengenai sistem pencatatan, ada dua sistem pencatatan yang bisa dikemukakan disini.
a. Pencatatan secara terus menerus (perpetual system).
Cara pencatatan yang dilakukan secara terus–menerus. Dasar dari sistem ini adalah mencatat semua penambahan dan pengurangan dengan cara yang sama seperti pencatatan kas, yaitu masing-masing jenis barang dibuat perkiraan sendiri-sendiri dan untuk transaksi yang berkaitan dengan pengembalian dan pengurangan harga dibukukan dalam buku pembantu (subsidiary ledger).
b. Pencatatan secara periodic (periodic system).
Cara pencatatan yang dilkukan pada waktu atau periode tertentu, misalnya mingguan, bulanan atau semester.
Mengenai metode pencatatan persediaan barang dagangan dapat digunakan cara berikut.
a. First-in, First-out (FIFO)
Barang yang pertama masuk, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan.
b. Last-in, First-out (LIFO)
Barang yang paling akhir masuk, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan.
c. Average Cost (AC)
Barang-barang yang dikelurakan daicatat berdasarkan harga rata-ratanya.
Dengan mengetahui dan memahami sistem pencatatan dan metode pencatatan, akan dapat dihitung persediaan barang dagangan dengan tepat sehingga dapat mengukur pengadaan persediaan barang dagangan dengan tingkat persediaan yang menguntungkan.
Setelah menghitung dan mencatat persediaan barang, selanjutnya perlu disusun laporan persediaan barang dagangan. Penyusunan laporan perlu dibuat dalam rangka pelaksanaan administrasi. Laporan persedian barang dagangan dibuat secara periodik. Data yang diperlukan untuk menyususn laporan ini diperoleh dari:
a. Buku pembelian (tunai/kredit)
b. Buku penjualan (tunai/kredit)
c. Kartu persediaan gudang
d. Kartu persediaan di took
e. Kartu retur pembelian
f. Kartu retur penjualan.
Buku pembelian, buku pejualan serta kartu retur pembelian dan penjualan digunakan sebagai alat penguji kebenaran keluar masuk barang di gudang sesuai dengan salinan surat kiriman barang, surat penerimaan, faktur penjualan dan sebagainya. Sedangkan kartu persediaan barang di gudang dan di took digunakan untuk melihat kenyataan barang yang tersedia dan meneliti antara catatan di kartu persediaan dengan jumlah barang sebenarnya secara fisik.
Setelah penyusunan laporan persediaan selesai, selanjutnya laporan tersebut disampaikan ke baian keuangan, yang kemudian akan dijadikan sebagai data untuk menyususn laporan keuangan yaitu laporan rugi laba dan neraca.

Oleh karena akhir suatu periode merupakan persediaan awal untuk periode berikutnya, maka jika persediaan akhir ditetapkan salah, akan mengakibatkan berlanjutnya kesalahan yang tidak dapat dihindarkan.
Pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agarapersediaan barng tetap stabil sesuai rencana.
Stabil artinya jangan sampai kekurangan dan kelebihan.
Pencatatan persediaan dapat dilakukan dengan cara terus-menerus atauberkala/periodik.
Laporan persediaan harus akurat karena berpengaruh pada keseimbangan antara biayayang dikeluarkan dan pendapatan di dalam satu periode.

J#3 “ANALISIS SWOT untuk lokasi RITEL

Analisa SWOT Lokasi Bisnis (SWOT Analysis for Business Location)
Penentuan lokasi bisnis yang prima (prime location) adalah langkah awal yang sangat penting dilakukan bagi seseorang yang ingin memulai dan melanggengkan usaha bisnisnya. Lokasi yang prima adalah lokasi terbaik, strategis dan paling menguntungkan jika didirikan suatu tempat usaha. Lokasi prima tidak mudah terpengaruh oleh berdirinya sebuah usaha baru yang didirikan disekitarnya. Lokasi prima menjamin konsumen loyal untuk tetap berbelanja di outlet sebelumnya. Lokasi yang tidak prima rentan terhadap kompetitor baru yang cerdas dalam menentukan posisi yang pas untuk tempat usahanya dan bisa mempengaruhi performance yang ada.

Analisa SWOT adalah suatu analisa mendalam mengenai suatu bisnis baik sumber daya yang dimilikinya maupun lingkungannya. Analisa SWOT adalah suatu proses yang penting dan merupakan tahap yang harus dilakukan dalam proses manajemen strategis. Dengan melaksanakan suatu analisa SWOT, maka kita dapat mengidentifikasi aktifitas mana saja yang merupakan keunggulan dan kelemahan kita. Kemudian dapat mengetahui peluang dan ancaman apa saja dalam bisnis. Selain itu, dengan adanya kekuatan dan peluang yang ada serta mengenali kelemahan dan ancaman, maka kita dapat melakukan perbaikan yang diperlukan bagi bisnis kita.

Diperlukan sebuah analisa SWOT dalam menentukan lokasi yang prima untuk sebuah usaha bisnis. Analisa SWOT dalam lokasi digunakan untuk melihat kekekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) lokasi sebagai faktor internal yang harus diketahui sebelum kita pastikan bahwa tempat tersebut yang paling prima. Faktor eksternal berupa peluang (opportunity) dan ancaman (threat) terhadap lokasi yang akan kita pilih saat ini dan perkembangan jangka panjangnya.

Beberapa hal yang menjadi kekuatan lokasi sudah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya, seperti kepadatan penduduk yang tinggi, daya beli masyarakat yang tinggi, trafic lancar dan padat, akses mudah, posisi hoek dan jalur orang pulang kerja, belum ada atau sedikit kompetitor, dekat central bisnis, central pemerintahan, sarana pendukung, IRS masih tinggi, tidak melanggar regulasi pemerintah setempat,diterima masyarakat, jauh dari daerah bencana alam, posisi yang kita pilih masih memungkinkan perluasan jika ada peluang maupun ancaman,dlsb. Kelemahan lokasi adalah kebalikan dari keunggulan-keunggulan lokasi yang harus didapat, seperti penduduk jarang, akses sulit, posisi satu arah, trafic jarang, daya beli masyarakat rendah, lokasi tidak aman, sering banjir, IRS rendah, kompetitor banyak, dlsb.

Peluang-peluang dalam lokasi bisa berupa, lokasi yang kita tentukan berada pada kawasan pengembangan pemukiman baru, sentral bisnis,pemerintahan, sarana pendukung baru seperti terminal-stasiun-bank-atm, perbaikan trafic dan akses yang menguntungkan lokasi bisnis kita, memungkinkan adanya perluasan karena pengembangan kawasan, kemajuan teknologi, perluasan usaha, sarana pendukung, dlsb.

Ancaman-ancaman lokasi bisa berupa, perubahan pengembangan wilayah yang sudah ada, pemindahan sentral pemerintahan dan bisnis, efek pembangunan yang mengurangi performance outlet seperti pelebaran jalan, perubahan trafic, dan kemudahan akses, perubahan regulasi pemerintah terhadap tata ruang dan peruntukan, kompetitor baru sejenis, dlsb

Setelah kita ketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari lokasi yang akan kita pilih, maka kita bisa persiapkan dan lakukan tindakan strategis berdasarkan kombinasi kekuatan dan peluang (SO), kekuatan dan ancaman (ST), kelemahan dan peluang (WO), kelemahan dan ancaman (WT).

Dasar Pertimbangan dalam Memilih Lokasi Usaha

Tempat usaha yang bagus dan dipilih harus disesuaikan dengan business plan atau rencana bisnis. Beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan dalam memilih lokasi usaha:
1.Lokasi usaha dilalui jalur dua arah, lokasi di sisi jalan jalur orang pulang kerja. Orang pulang kerja kemungkinan membeli sesuatu daripada orang yang tengah berangkat kerja. Jadi kita menggampangkan mereka mampir. Calon pembeli tak perlu mencari putaran jalan atau memutar memotong jalan.
2.Dekat pusat-pusat perbelanjaan, baik pasar tradisional maupun modern dan ramai pengunjung. Jenis usaha harus sesuai dengan segmen pengunjung dan peruntukan dari pusat belanja tsb.
yang boleh buka ada di sana. Jadi, kita, calon pengusaha, tak bisa terlalu leluasa menggunakannya.
3.Periksa dulu jenis usaha apa yang boleh berada di sana dan cari usaha yang tdk sejenis
4.lokasi usaha yang benar-benar ramai pengunjung dan pelanggan usaha, cari jenis usaha yang bisa kita tiru, tapi belum ada di lokasi tsb.
5. Kreatif menentukan jenis usaha yang tidak membutuhkan lokasi strategis tapi usahanya dicari orang banyak.
6.Pertimbangan segmen pasar dan calon pelanggan dengan lokasi yang dipilih.
7.Hati-hati dalam memilih pusat perbelanjaan yang baru dan disesuaikan dengan socio class dan perilaku berbelanja.
8.Pertimbangan biaya renovasi tempat usaha yang dibeli atau disewa.
9.Tempat usaha yang dipilih dekat dengan tempat tinggal untuk kenyamanan pengelola usaha.
10.Menilai frekuensi tingkat keramaian lokasi ,tingginya karena kepadatan ataukah cuma musiman.
11.Lingkungan usaha berada pada daerah aman dengan tingkat kriminal yang rendah.
12.Adanya sarana pendukung perlengkapan usaha yang memadai.
13.Adanya potensi kompetitor usaha sejenis dan kemampuan bersaing usaha kita.
14.Tempat usaha mudah dijangkau oleh pembeli.
15.tempat parkir tersedia dan cukup untuk jumlah pelanggan yang menjadi target.
16.lokasi usaha harus memberikan kenyamanan supplier barang dagangan.
17.Tempat usaha harus mampu mengakomodasi pertumbuhan usaha.