Peran AAI dan Nasib TKI

Cerita kekrasan dan penyiksaan terhadap para tenaga kerja indonesia (TKI) yang bekerja diluar negeri tak ubahnya bak “Telenovela”. Selalu bersambung dengan aneka latar cerita dan berbungkus konflik yang sangat rumit, menghabiskan waktu, menguras tenaga, bahkan air mata, setiap episode yang disuguhkan hampir pasti menggambarkan persoalan berat yang sulit ditemukan ujungnya.

Begitulah penggambaran pergulatan yang terjadi pada TKI. dari waktu ke waktu kian kian hari semakin banyak TKI yang menjadi korban kekerasan. Bahkan tidak sedikit mereka harus meregang nyawa dinegeri orang. Padahal para pekerja Migrant ini rela bekerja jauh dari keluarga meninggalkan tanah air hanya untuk memperbaiki tingkat perekonomian.

Tapi memang kenyataan tidak selalu sama dengan apa yang diharapkan. Alih -alih memperbaiki ekonomi keluarga , tak jarang para TKI tersebut malah menghembuskan nafas terakhir dengan tragis karena kekerasan yang mereka alami.

Yang cukup menggelikan para TKI ini kerap pula disebut dengan kata indah sebagai Pahlawan Devisa. karena mereka secara otomatis membantu perekonomian negara tercinta. Nah, inilah yang mencengangkan!. Satu sisi mereka bergelar sebagai pahlawan, tapi perhatian pemerintah terasa kurang memadai.

Sebagai contoh, jika ada peristiwa pilu yang dialami TKI, seluruh lapisan ramai – ramai melontarkan hujatan hingga makian. Tapi sayangnya, hal itu sebatas retorika belaka dan buktinya kejadian serupa kembali lagi terjadi. Mestinya dalam hal ini pemerintah harus berupaya sekuat tenaga kekerasan terhadap TKI segera diakhiri agar tidak terjadi seperti cerita “Telenovela”.

Namun ditengah masih carut marutnya persoalan yang membelit pekerja Migrant. ada setitik terang menyeruak seolah menjadi oase ditengah padang pasir yang gersang. Oase itu tak lain dan tak bukan adalah Asosiasi Advokasi Indonesia (AAI).

Organisasi advokasi ini melakukan pendampingan bantuan hukum kepada para TKI yang mengalami masalah. Pendampingan tersebut di lakukan secara cuma – cuma. Alhasil hingga saat ini telah banyak TKI yang merasakan manfaat dari kehadiran AAI. Angkat topi rasanya tak berlebihan jika melihat peran organisasi yang di pimpin Humphrey Jemat ini dalam memperjuangkan TKI.

Karena itu, pantaslah jika AAI mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), karena telah memberikan bantuan hukum sebanyak 5.889 orang selama tiga bulan berturut – turut dalam waktu 24 jam tanpa jeda sedikitpun.

Pemberian bantuan hukum secara cuma – cuma kepada TKI yang dilakukan oleh Advokat AAI di Balai Pelayanan kepulangan (BPK) di selapanjang, Bandara Soekarno – Hatta selama Juni,Juli dan Agustus 2012, setidaknya dikerahkan 50 Advokat.

Bantuan hukum yang dilakukan AAI terhadap TKI mendapatkan hasil yang sangat yang sangat baik dan memuaskan bagi para TKI. Berdasarkan data, jumlah keseluruhan TKI yang mendapatkan bantuan sebanyak 5.889 orang. dengan mendapatkan klaim asuransinya sejumlah Rp.4.777.829.658. Hal ini berdasarkan catatan pada juni 2012 sebanyak 2104 0rang jumlah klaim asuransinya Rp.1.782.137.908. Untuk juli 2012 sebanyak 2042 orang dengan jumlah klaim asuransinya Rp.1.648.744.500. Dan Agustus 2012 sebanyak 1743 orang dengan total jumlah klaim asuransinya sebesar Rp 1.346.947.250

Tentu saja atas peran mulia AAI ini sangat konkrit dirasakan manfaatnya oleh para TKI. Padahal sebelumnya mereka merasa dipersulit dan mendapatkan klaim Asuransi yang sangat kecil dari pihak konsorsium Asuransi Proteksi TKI.

Penganugrahan rekor MURI ini sendiri merupakan suatu pengakuan terhadap kerja keras AAI dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang tidak mampu dan membutuhkan keadilan. Hal ini sesuai
dengan motto AAI yaitu “Membangun Advokasi pejuang”

Dari peran besar AAI selama ini sangat membantu TKI. Dan tentu saja harapan para Buruh Migran Indonesia (BMI) ini, AAI harus melakukan pendampingan secara terus menerus agar keresahan yang melanda TKI sedikit berkurang.

Dan, bagi organisasi lainnya, rasanya apa yang dilakukan AAI patut dijadikan contoh dan tauladan agar semua pihak yang kompeten lebih optimal dalam mengurus TKI. Semoga saja apa yang dilakukan AAI akan segera diikuti oleh semua pihak dan pada akhirnya derita TKI tak akan pernah terjadi lagi. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s