Refleksi Akhir Pembelajaran PER BATH 2

Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa dan gelap
Tak bisa apa-apa,tak bisa kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis juga kata
Yang dulu hanya hamparan kertas putih
Kini mulai ter-sketsa
Itu karena engkau yang mengajarkan
Tentang warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukiskan
Dan disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari

 
Terimakasih buat pak Nur agustinus selaku Dosen Universitas Ciputra Distance Education dan para sahabat, hanya untaian kata sederhana yang mampu aku berikan. Tak terasa pembelajaran ini akan usai. Dari pembelajaran selama ini banyak sekali hikmah dan pengetahuan serta wawasan yang kami dapat. Di pembelajaran inilah telah mengubah mindset(pola pikir) dan mempersiapkan diri sebagai entrepeneur(orang yang mampui mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas).
Yang mana sebagai seorang entrepreneur harus memiliki empat unsur pokok yaitu:
1. Kemampuan (IQ & Skill)
* membaca peluang;
* berinovasi;
* mengelola;
* menjual.
2. Keberanian (EQ & Mental)
* mengatasi ketakutan;
* mengendalikan resiko;
* keluar dari zona kenyamanan
3. Keteguhan Hati (Motivasi Diri)
* persistence (ulet), pantang menyerah;
* determinasi (teguh dalam keyakinannya);
* Kekuatan akan pikiran (power of mind) bahwa Anda juga bisa.
4. Kreativitas
* mencari peluang.
Yaapp…..seorang enterpreneur bukan pencari LOKER(lowongan kerja) tapi sebagai pencipta LAPER(lapangan pekerjaan). kita kumpulkan ide-ide untuk membuat usaha-usaha baru.Tapi Kadang selesai mengatur ide timbul masalah baru, yaitu permodalan.Apa karena tidak ada modal terus ide usaha dibuang begitu saja? Sayang dong kalau begitu? .Dari pembelajaran PER BATH ini lah saya jadi tahu “bahwa masih ada jalan menuju roma” dengan arti kata karena terkendala modal, bukan berarti mentok sampai disitu. Masih ada alternatif permodalan yang disebut Bootstrap atau Bootstrapping . Bootstrap adalah suatu cara mengumpulkan modal untuk memulai usaha, biasanya berasal dari kantong sendiri, saudara atau teman.
keuntungan melakukan bootstrapping itu sendiri adalah :
• Tidak ada beban bunga hutang
• Mengurangi campur tangan orang lain
• Jangka pengembalian modal fleksibel.
Dan tentunya masih banyak hal yang dapat saya cerna dan pahami dari pembelajaran ini selain dari hal diatas. Jujur saya sangat apresiatif terhadap pembelajaran ini. Puji syukur atas segala kesempatan,waktu dan ilmu yang telah bapak berikan kepada kami. Do’a dan harapan saya semoga kedepan akan lebih baik.
Barokallohu untuk persahabatan dan persaudaraan yang hingga kini masih bisa dirasakan, masih terasa hangat dan dekat, masih selalu tercipta canda dan tawa, dan masih ada sapa. Untuk persahabatan yang harus putus ditengah jalan, semoga setiap diri kita bisa saling intropeksi. Sejatinya tidak pernah ada ” Mantan” atau ” Bekas” murid. Ketika kita pernah dekat, menjadi saudara dan pernah ada kebersamaan yang terukir maka untuk selamanya dia adalah sahabat atau saudara kita. Jika ada luka yang pernah tertoreh, belajar untuk menjadi pribadi yang selalu berfikir positif. Tidak perlu ada benci atau dendam.
” Selalu ada Hikmah disetiap Kejadian”
” Selalu ada Maaf disetiap Kekhilafan”
” Dan selalu ada Penghargaan disetiap Perbedaan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s