MONEY LOUNDERING

Kasus money loundering (pencucian uang) tak cuma terjadi pada pejabat tingkat atas. Seorang BMI di Hong Kong rekeningnya diduga dipakai sebagai tempat penampungan duit haram berjumlah milyaran.

Sebut saja namanya SUNARMI.Dia BMI asal desa Ganten, Kecamatan Kerjo, Karang anyar-jawa tengah. Akibat kecerobohannya membuat hidupnya di Hong Kong jadi incaran polisi. Kasus ini bermula ketika pada tahun 2010 silam, Sunarmi dimintai Arisanti kawanya asal Purwodadi untuk meminjam rekening di HSBC miliknya. Arisanti yang ketika itu baru setahun dikenalnya berdalih, dia tidak bisa membuka rekening di HSBC dengan alasan majikan masih menahan seluruh Dokumen. sehingga ia tidak bisa membuka rekening bank. Begitu baik dan percayanya, Sunarmi langsung memberikan buku tabungan, ATM beserta Pin nya kepada Arisanti.

Pada awalnya semua berjalan dengan mulus. Apalagi saat itu Arisanti juga berjanji pada Sunarmi akan memberikan bonus apabila pihak majikan telah memasukan gaji dan bonus ke reningnya. Stelah mendapatkan buku tabungan, ATM, dan nomor Pin nya Arisanti langsung pergi. Dan dalam waktu beberapa lama mereka berdua tidak ada kontak atau komunikasi. karena letak mereka bekerja yang sangat berjauhan. Pernah suatu kali Sunarmi telepon Arisantiselang beberapa bulan kemudian untuk menanyakan dokumen bank yang dipinjamnya.Tapi dia hanya bilang lagi sibuk kerja dan belum bisa mengembalikan.

Seiring berjalannya waktu agaknya Sunarmi mulai lupa denagn dokumen bank yang dipinjamkan. Toh selama itu Sunarmi juga merasa tidak ada masalah dengan dokumen yang dipinjamkan. Akhir pertengahan April 2012 polisi tiba – tiba mendatangi rumah majikan tempat Sunarmi bekerja. Di san polisi langsung menginterogasi seputar rekening HSBC miliknya. hal ini tentunya membuat Sunarmi kaget. Dan selama 3 hari dia diinterogasio polisi secara intensive.

Sebuah fakta terungkap, kalau rekening BMI lugu yang saat ini tinggal di shelter Iqro’ DDHK, jadi tempat aliran duit HK$ 900 ribu atau sekitar Rp 1,3 milyar lebih. Jumlah segitu tentunya sangatlah mustahil dimiliki oleh seorang BMI yang baru bekerja 5 tahun di negeri beton ini.

Ironisnya lagi duit – duit itu menurut keterangan polisi amblas tak berbekas. Bahkan duit – duit itu diduga kuat adalah hasil haram yang masuk kerekening Sunarmi. Dari rekening itu kemudian diambil oleh pelaku yang disebut-sebut sebagai orang yang mengendalikan Arisanti kawan Sunarmi.

Mendengar rekeningnya dijadikan tempat singgah duit haram, sunarmi langsung lemas.Dibenak dan pikiranya Sunarmi saat ini hidup serba ketakutan. Sunarmi mengaku selalu khawatir sewaktu – waktu bisa masuk penjara. Apalagi namanya sudah masuk daftar cekal kepolisian dan Imigrasi. Saat ini Sunarmi tidak mengetahui akan keberadaan Arisanti.

Kisah ini seyogyanya bisa jadi pelajaran bagi siapapun untuk berhati – hati dalam meminjamkan dokumen apapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s