USAHA DARI KEKAYAAN HASIL LAUT

Sebagai negara dengan wilayah perairan yang luas, Indonesia memiliki kekayaan hasil laut yang melimpah. Berbagai jenis olahan dan usaha menggunakan bahan baku hasil laut termasuk diantaranya udang. Namun demikian Udang adalah salah satu bahan pangan yang sangat mudah rusak dan menjadi busuk karena kadar airnya yang tinggi dan kandungan gizinya yang baik jangka waktu lama sehingga memudahkan dalam distribusi dan transportasi serta penjualannya. Ebi atau udang kering biasanya digunakan sebagai penambah cita rasa dalam berbagai masakan. Ebi ini banyak digunakan dalam rumah tangga ataupun berbagai usaha ataupun industri yang berkaitan dengan makanan. Oleh karena itu usaha pembuatan ebi ini masih memiliki prospek yang cerah untuk digeluti lebih lanjut.
Ebi harus disimpan di dalam tempat yang tertutup rapat karena bahan kering tersebut masih dapat menyerap uap air dan menjadi basah kembali. Hal ini dapat berakibat tumbuhnya jasad renik perusak pada ebi tersebut. Wadah yang sering digunakan untuk menyimpan ebi adalah kantong plastik atau wadah kaleng tertutup.
Bahan baku utama : udang segar,untuk pertumbuhan jasad renik pembusuk. Oleh karena itu dilakukan upaya pengawetan untuk memperpanjang masa penyimpanan dengan diolah menjadi berbagai macam produk Salah satu cara pengawetan udang adalah dengan cara mengeringkannya. Produk yang dihasilkan disebut ebi. Karena bentuknya yang kering dengan kadar air yang rendah, maka ebi dapat disimpan dalam untuk pembuatan ebi ini tidak memerlukan udang dalam ukuran besar. Cukup dengan udang berukuran kecil sampai sedang sehingga cukup menekan modal yang dibutuhkan karena harga udang dengan uTahapan pembuatan ebi cukup mudah dilakukan sehingga jenis usaha ini dapat dilakukan oleh siapapun. Langkah- langkah pembuatannya kuran kecil sampai sedang relatif lebih murah.

Peralatan yang digunakan juga cukup sederhana dan umumnya merupakan peralatan yang umum terdapat di dapur rumah tangga.

PROSES PEMBUATAN EBI (UDANG KERING)
adalah

Cuci udang segar sampai bersih untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang melekat.
Isi panci dengan air dan didihkan. Setelah mendidih, masukkan ­udang dan rebus sampai masak selama kira-kira1/2 jam.
Setelah masak, pisahkan udang dan air dengan cara disaring. (Air rebusan dapat digunakan untuk membuat petis)
Udang yang telah masak kemudian sebarkan di atas tampah dan jemur sampai kering.
Pisahkan kulit udang dari dagingnya dengan cara memasukkan udang­ yang telah kering ke dalam kantong plastik dan memukul-mukulnya dengan pemukul kayu perlahan-lahan.
Setelah kulit terlepas dari dagingnya, lakukan penampilan untuk memisahkan kulitnya. Pekerjaan pemukulan dan penampilan dilakukan berulang-ulang sampai udang bersih dan kulitnya.
Setelah bersih, simpan udang kering (ebi) di dalam kantong-kantong plastik ataupun dikemas lebih lanjut untuk dipasarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s